Info Terkini

Asosiasi Manajer Koperasi Gelar Sarasehan Dan Silatnas

PIPnews.co.id | Jakarta – Rabu, 12 Mei 2016, Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI) menyelenggarakan Sarasehan dan Silaturahmi Nasional di Jakarta. Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko dalam sambutannya mengharapkan para manajer dapat mem-back-up pengurus koperasi untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam mendukung pengembangan koperasi ke depan. Kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Trans-Pacific Partnership harus dihadapi dengan membuka wawasan yang seluas-luasnya sehingga tantangan ini dapat diubah sebagai peluang untuk menjalin kerjasama dan mendorong pengembangan ke tingkat global.

Mas Larto, Ketua Umum AMKI menyatakan organisasi yang dipimpinnya ini memiliki visi untuk mewujudkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa melalui penciptaan manajerial yang handal, dengan tetap berprinsip pada jatidiri koperasi serta berkesesuaian dengan prinsip dan nilai koperasi. Organisasi ini berdiri 4 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 2 Februari 2012. AMKI siap bekerjasama dengan DEKOPIN dalam mewujudkan koperasi sebagai pilar negara.

20160512_094514

Sarasehan ini dihadiri 40 orang peserta yang berasal.dari 24 koperasi. Ada yang berasal dari Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur dan pulau Madura, Lampung, Batam/Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, hingga Merauke.  Selain sebagai ajang silaturahmi juga untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia manajemen koperasi, baik dalam dunia profesi/praktisi pengelolaan koperasi maupun dunia pergerakan koperasi.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan penyedia jasa yang selama ini menjadi mitra kerja AMKI. Melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (TI),

koperasi dapat memperluas jasa layanan dan memudahkan anggotanya dalam bertransaksi. Koperasi dapat melayani pembayaran PLN, BPJS, PBB, PDAM, hingga TV Berlangganan secara online. Menurut salah satu penyedia jasa TI, koperasi atau koperasi syariah BMT juga dapat menjadi coordinator, sedangkan anggotanya sebagai agent. Misalmya dari PLN, dari setiap transaksi, mereka akan memperoleh komisi Rp 1.000.

Sarasehan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal DEKOPIN Hanafiah Sulaiman yang pernah menjadi manajer salah satu koperasi wanita beranggotakan 20 ribu orang. Dalam diskusi peluang bisnis dan penguatan kelembagaan, Hanafiah Sulaiman memaparkan pengalamannya mengelola koperasi tersebut dengan NPL terakhir 6 %.

“Adakah koperasi yang pernah mengalami dua kali lipat dari outstanding credit, atau 1,5? Atau sebaliknya outstanding 200, simpanan anggota hanya seratus?”tanya Hanafiah.

Sebagian besar menjawab alternative kedua. Untuk itulah, perlu adanya reorientasi pengelolaan koperasi. Dekopin membuka peluang bagi para manajer anggota AMKI ikut dalam pemagangan dan diklat orientasi kepemimpinan.

Pada tahap pertama, akan  dibuka kesempatan 100 orang manajer koperasi dididik sebagai pemandu di Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop). Sebagai pemandu, para manajer diharapkan nantinya dapat menyelenggarakan pendidikan bagi anggota koperasi. Tujuan pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada anggota mengenai koperasi dan mendorong peningkatan partisipasi anggota.

Hari Koperasi 12 Juli 2016 ini akan mencanangkan pendidikan 1 juta anggota koperasi. Itu masih jauh dari jumlah anggota yang tercatat sekitar 30 juta orang. Bandingkan dengan NTUC Enterprises di Singapura, sebuah galeri besar seperti mall yang menampung produk anggota-anggota koperasi.

Salah satu peserta dari KSU Ceger mengungkapkan pengalamannya dalam mengelola toko koperasi. Pada awalnya, dia sempat memprotes dan berhasil sehingga salah satu mini market yang rencana berdiri, mengurungkan niatnya. Namun pada periode berikutnya kondisi ini sudah tidak bisa lagi dibendung. Untuk tetap survive, pilihan  strategi yang bisa dilakukan melalui sinergi dengan ritel tersebut.

Menanggapi hal ini, Sekjen Dekopin mengungkapkan, beberapa Perda yang merugikan gerakan koperasi sekarang sudah bisa ditarik. Sarasehan ini akan berlangsung selama 2 hari. Kamis, 12 Mei 2015 akan dilanjutkan dengan diskusi panel dengan pembicara Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Muhammad Taufik dan Deputi SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso serta Dr. Ahmad Subagyo dari World Bank. (Nor)

******

1 Lacakbalik & Pingbalik

  1. SOFTWARE KSP KSPPS BMT ONLINE KANTOR ANTAR CABANG | | Sabila Komputama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*